Walau yang hadir belum begitu banyak, berhubung banyak ibu-ibu yang punya kegiatan lainnya, namun acara tetap berjalan dengan baik. Apalagi ada arisan yang selalu menjadi daya tarik ibu-ibu untuk datang.
Minggu, 24 Juli 2016
Majlis Ta'lim pun mulai berjalan.
Majlis ta'lim yang utamanya dihadiri oleh ibu-ibu, termasuk orangtua santri atau anak-anak TPQ, kemarin mulai lagi berjalan setelah libur selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Kamis, 21 Juli 2016
TPA Al-Furqon di bawah al-FIM
Sama seperti TPQ, TPA juga kembali ramai. Anak-anak yang belajar membaca al-Quran berkumpul dan mencoba belajar untuk bisa membaca al-Quran. Dengan guru-guru yang ada, mereka mendapatkan bimbangannya.
Senin, 18 Juli 2016
Al-FIM kembali menggeliat!
Setelah liburan Ramadhan yang dirangkaikan dengan Idul Fitri, Yayasan Al-FIM dengan kegiatan-kegiatannya kembali menggeliat. Terutama untuk adik-adik kecil kami yang masuk di TPQ Al-Furqan. Begitu pula dengan TPA Al-Furqan yang dihuni dari beberapa tingkatan anak-anak kembali membuat riuh rendah suasana di sore hari di maskas Al-FIM.
Seperti cerita-cerita yang ramai di dunia pendidikan, hari pertama sekolah adalah hari yang membuat sibuk semua pihak, orangtua siswa, sekolah, hingga pejabat yg berwenang. Bagaimana pun itu adalah langkah pertama untuk menjadi seseorang di masa yang akan datang. Wajah-wajah polos dan sebagian masih malu-malu terlihat di ruangan yang sempit itu. Orangtua yang menunggu dan memperhatikan anak kesayangannya duduk rapi menatap yang ibu Guru yang tampil di depan kelas dan melakukan kegiatan lainnya.
Di luar menjelang waktu pulang sekolah beberapa bapak-bapak tidak mau ketinggalan datang ke markas al-FIM untuk menjemput anak-anaknya, setelah pagi hari diantar oleh ibu-ibunya.
Seperti cerita-cerita yang ramai di dunia pendidikan, hari pertama sekolah adalah hari yang membuat sibuk semua pihak, orangtua siswa, sekolah, hingga pejabat yg berwenang. Bagaimana pun itu adalah langkah pertama untuk menjadi seseorang di masa yang akan datang. Wajah-wajah polos dan sebagian masih malu-malu terlihat di ruangan yang sempit itu. Orangtua yang menunggu dan memperhatikan anak kesayangannya duduk rapi menatap yang ibu Guru yang tampil di depan kelas dan melakukan kegiatan lainnya.
Di luar menjelang waktu pulang sekolah beberapa bapak-bapak tidak mau ketinggalan datang ke markas al-FIM untuk menjemput anak-anaknya, setelah pagi hari diantar oleh ibu-ibunya.
Jenis kegiatan Al-FIM
Sampai sekarang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Al-Furqan Insan Mandiri :
1. TPQ, Taman Pendidikan Al-Quran.
Setingkat TK, dan sudah diakui oleh Dinas Pendidikan Makassar. Mengeluarkan ijazah sendiri. Awalnya untuk membuka jalan bagi masyarakat ke bawah yang menginginkan anak-anaknya bisa sekolah, sehingga biaya yang dibebakan kepada para siswa (cq orangtua siswa) tidak terlalu memberatkan seperti TK-TK lainnya. Alhamdulillah sudah 3 tahun berjalan dan sudah menghasilkan para lulusan dan sebagaian besar bisa membaca tulisan latin dan al-quran dasar.
Guru-guru pendamping adalah ibu-ibu yang peduli di sekitar rumah yang mau membantu proses belajar mengajar dan tidak menuntut uang lelah yang memberatkan yayasan. Hanya satu orang sarjana, yaitu kepala sekolahnya, itu pun bukan lulusan dari bidang PAUD, ibu Dra. Umi Salamah.
Memang, manajemen keuangan agak minus kalau hanya mengandalkan iuran pendidikan dari siswa yang hanya Rp. 30.000 per siswa, tahun kemarin. Dengan jumlah siswa kurang lebih 25 orang, tidaklah cukup untuk membayar guru-guru pendamping. Untuk itu, yayasan mengandalkan sumbangan donatur untuk menutupi itu semua. Alhamdulillah sampai saat ini sudah berjalan dengan baik.
2. TPA, Taman Pendidikan Al-Quran, Belajar mengaji.
TPA ini, mengakomodasi anak-anak sekitar yang mau belajar membaca Al-Quran. Alhamdulillah, santri yang aktif bisa mencapai 50 orang bahkan kadang lebih. Dengan metode Tilawati, diharapkan mereka bisa lebih cepat menguasai huruf-huruf Al-Quran dan membacanya dengan baik.
Untuk tindak lanjut bagi mereka yang sudah bisa baca, masuk di kategori hafalan al-Quran (Tahfidz). Di samping berusaha sendiri, yayasan juga bekerja sama dengan Rumah-rumah Tadabbur Al-Quran di bawah naungan AQL, pak Ustadz Bachtiar Nasir. Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada sekitar 8 - 10 orang yang sudah dan hampir hafal juz 30. Bahkan selama ini kadang mereka menjuari beberapa kejuaraan hafalan Al-Quran surat-surat pendek. Lebih jauh lagi mereka kadang tampil di acara-acara lembaga-lembaga keuangan yang bekerja sama dengan Yayasan seperti PKPU dan Yatim Mandiri.
Ustadz/ustadzah pendamping ada 3 hingga 4 orang untuk mendampingi mereka. Mereka pun bekerja dengan ikhlas tanpa meminta bayaran yang sesuai karena santri-santri juga tidak dibebankan bayaran. Kadang ibu Umi, menyiapkan kotak untuk infaq bagi kegaitan ini, yang nantinya dipergunakan untuk terselenggaranya kegiata TPA.
3. Majlis Taklim
Wadah ini untuk menampung ibu-ibu di sekitar rumah/yayasan atau orangtua murid dan santri yang terlibat di TPQ/TPA. Berlangsung sebulan sekali, dan untuk lebih mengikat, namanya ibu-ibu biasa dilakukan juga arisan. Penceramah biasa didatangkan dari luar yang peduli terhadap kondisi seperti kami.
1. TPQ, Taman Pendidikan Al-Quran.
Setingkat TK, dan sudah diakui oleh Dinas Pendidikan Makassar. Mengeluarkan ijazah sendiri. Awalnya untuk membuka jalan bagi masyarakat ke bawah yang menginginkan anak-anaknya bisa sekolah, sehingga biaya yang dibebakan kepada para siswa (cq orangtua siswa) tidak terlalu memberatkan seperti TK-TK lainnya. Alhamdulillah sudah 3 tahun berjalan dan sudah menghasilkan para lulusan dan sebagaian besar bisa membaca tulisan latin dan al-quran dasar.
Guru-guru pendamping adalah ibu-ibu yang peduli di sekitar rumah yang mau membantu proses belajar mengajar dan tidak menuntut uang lelah yang memberatkan yayasan. Hanya satu orang sarjana, yaitu kepala sekolahnya, itu pun bukan lulusan dari bidang PAUD, ibu Dra. Umi Salamah.
Memang, manajemen keuangan agak minus kalau hanya mengandalkan iuran pendidikan dari siswa yang hanya Rp. 30.000 per siswa, tahun kemarin. Dengan jumlah siswa kurang lebih 25 orang, tidaklah cukup untuk membayar guru-guru pendamping. Untuk itu, yayasan mengandalkan sumbangan donatur untuk menutupi itu semua. Alhamdulillah sampai saat ini sudah berjalan dengan baik.
2. TPA, Taman Pendidikan Al-Quran, Belajar mengaji.
TPA ini, mengakomodasi anak-anak sekitar yang mau belajar membaca Al-Quran. Alhamdulillah, santri yang aktif bisa mencapai 50 orang bahkan kadang lebih. Dengan metode Tilawati, diharapkan mereka bisa lebih cepat menguasai huruf-huruf Al-Quran dan membacanya dengan baik.
Untuk tindak lanjut bagi mereka yang sudah bisa baca, masuk di kategori hafalan al-Quran (Tahfidz). Di samping berusaha sendiri, yayasan juga bekerja sama dengan Rumah-rumah Tadabbur Al-Quran di bawah naungan AQL, pak Ustadz Bachtiar Nasir. Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada sekitar 8 - 10 orang yang sudah dan hampir hafal juz 30. Bahkan selama ini kadang mereka menjuari beberapa kejuaraan hafalan Al-Quran surat-surat pendek. Lebih jauh lagi mereka kadang tampil di acara-acara lembaga-lembaga keuangan yang bekerja sama dengan Yayasan seperti PKPU dan Yatim Mandiri.
Ustadz/ustadzah pendamping ada 3 hingga 4 orang untuk mendampingi mereka. Mereka pun bekerja dengan ikhlas tanpa meminta bayaran yang sesuai karena santri-santri juga tidak dibebankan bayaran. Kadang ibu Umi, menyiapkan kotak untuk infaq bagi kegaitan ini, yang nantinya dipergunakan untuk terselenggaranya kegiata TPA.
3. Majlis Taklim
Wadah ini untuk menampung ibu-ibu di sekitar rumah/yayasan atau orangtua murid dan santri yang terlibat di TPQ/TPA. Berlangsung sebulan sekali, dan untuk lebih mengikat, namanya ibu-ibu biasa dilakukan juga arisan. Penceramah biasa didatangkan dari luar yang peduli terhadap kondisi seperti kami.
Rabu, 06 Juli 2016
Al-Furqan Insan Mandiri, menempatkan posisi dalam kepedulian. (1)
Yayasan Al-Furqan Insan Mandiri, berangkat dari pengajaran membaca Al-Quran bagi anak-anak kecil sekitar rumah yang dilakukan oleh ibu Umi Salamah yang bertempat di rumah, berlnajut kepada pengajian ibu-ibu, kemudian karena kebutuhan akan pendidikan setingkat Taman kanak-kanak bagi orang-orang yang tidak mampu di lingkungan sekitar yang awalnya bergabung dengan yayasan lain, akhirnya terbentuklah Yayasan ini,
Semoga bisa memberikan arti yang lebih bagi lingkungan sekitar terutama berhubungan dengan penyadaran bersama-sama akan jati diri manusia, sebagai hamba Allah swt yang bertugas hanya untuk mengabdi kepada-Nya (Al-Quran surat Adz-Dzariyat ayat 56), dalam bentuk sebagai wakilnya (khalifah, Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 30) maupun sebagai subjek dalam kemakmuran alam semesta (Al-Quran surat Huud ayat 61).
.
Langganan:
Postingan (Atom)
















