Sampai sekarang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Al-Furqan Insan Mandiri :
1. TPQ, Taman Pendidikan Al-Quran.
Setingkat TK, dan sudah diakui oleh Dinas Pendidikan Makassar. Mengeluarkan ijazah sendiri. Awalnya untuk membuka jalan bagi masyarakat ke bawah yang menginginkan anak-anaknya bisa sekolah, sehingga biaya yang dibebakan kepada para siswa (cq orangtua siswa) tidak terlalu memberatkan seperti TK-TK lainnya. Alhamdulillah sudah 3 tahun berjalan dan sudah menghasilkan para lulusan dan sebagaian besar bisa membaca tulisan latin dan al-quran dasar.
Guru-guru pendamping adalah ibu-ibu yang peduli di sekitar rumah yang mau membantu proses belajar mengajar dan tidak menuntut uang lelah yang memberatkan yayasan. Hanya satu orang sarjana, yaitu kepala sekolahnya, itu pun bukan lulusan dari bidang PAUD, ibu Dra. Umi Salamah.
Memang, manajemen keuangan agak minus kalau hanya mengandalkan iuran pendidikan dari siswa yang hanya Rp. 30.000 per siswa, tahun kemarin. Dengan jumlah siswa kurang lebih 25 orang, tidaklah cukup untuk membayar guru-guru pendamping. Untuk itu, yayasan mengandalkan sumbangan donatur untuk menutupi itu semua. Alhamdulillah sampai saat ini sudah berjalan dengan baik.
2. TPA, Taman Pendidikan Al-Quran, Belajar mengaji.
TPA ini, mengakomodasi anak-anak sekitar yang mau belajar membaca Al-Quran. Alhamdulillah, santri yang aktif bisa mencapai 50 orang bahkan kadang lebih. Dengan metode Tilawati, diharapkan mereka bisa lebih cepat menguasai huruf-huruf Al-Quran dan membacanya dengan baik.
Untuk tindak lanjut bagi mereka yang sudah bisa baca, masuk di kategori hafalan al-Quran (Tahfidz). Di samping berusaha sendiri, yayasan juga bekerja sama dengan Rumah-rumah Tadabbur Al-Quran di bawah naungan AQL, pak Ustadz Bachtiar Nasir. Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada sekitar 8 - 10 orang yang sudah dan hampir hafal juz 30. Bahkan selama ini kadang mereka menjuari beberapa kejuaraan hafalan Al-Quran surat-surat pendek. Lebih jauh lagi mereka kadang tampil di acara-acara lembaga-lembaga keuangan yang bekerja sama dengan Yayasan seperti PKPU dan Yatim Mandiri.
Ustadz/ustadzah pendamping ada 3 hingga 4 orang untuk mendampingi mereka. Mereka pun bekerja dengan ikhlas tanpa meminta bayaran yang sesuai karena santri-santri juga tidak dibebankan bayaran. Kadang ibu Umi, menyiapkan kotak untuk infaq bagi kegaitan ini, yang nantinya dipergunakan untuk terselenggaranya kegiata TPA.
3. Majlis Taklim
Wadah ini untuk menampung ibu-ibu di sekitar rumah/yayasan atau orangtua murid dan santri yang terlibat di TPQ/TPA. Berlangsung sebulan sekali, dan untuk lebih mengikat, namanya ibu-ibu biasa dilakukan juga arisan. Penceramah biasa didatangkan dari luar yang peduli terhadap kondisi seperti kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar